Minggu, 02 September 2012

Resetter printer Epson L800

Cara dan Download Resetter Epson L800

Langsung Ya Gan
  • Nyalakan Printer Epson L800 yg minta reset.
  • Pastikan driver L800 sudah terinstall sebelumnya.
  • Download Software Resetter Epson L800 di link berikut ini : 
  •  DONLOAD RESETER EPSON L800
  • Extract Resetter L800 hasil download, kemudian dobel klik file "AdjProg.exe".
  • Kemudian Ikuti Langkah gambar di bawah ini
Semoga bermanfaat

Minggu, 10 Juni 2012

siaran FTA EURO 2012


EURO 2012 di Polandia dan Ukraina tinggal beberapa hari lagi, Nah bagi anda yg gibol (gila bola) yg mencari siaran FTA (free to air) lewat parabola siaran televisi yang menyiarkan piala eropa 2012. sudah bisa mempersiapkan antena parabola dan receiver yg memadai dan tentunya harus dalam keadaan fit, di karenakan kemungkinan dari pengurangan daya pancar satelit utk membatasi supaya siaran nya tidak meluber ke negara tetangga yg bisa bisa menuai komplain dari channel negara tetangga yg jg sudah membeli hak siar EURO 2012 tentunya, seperti kejadian waktu Piala Dunia 2010 yg lalu.
Berikut coba saya rangkum dari berbagai sumber prediksi tv yang menyiarkan euro 2012, channel tv, satelit, freq, simbol rate dan polarity yang di Predikasi akan menyiarkan EURO 2012 secara FTA, namun jangan berharap banyak, karena ini hanya Prediksi. 
Berikut daftar Nama Satelit, Nama Channel, Freq, Polarity dan Simbol Rate yg di Prediksi tv yang akan menyiarkan EURO 2012 FTA
Nama
Satelit
Posisi
Satelit
Nama
Channel
Freq,
Pol
Simbol
Rate
Vinasat 1
132.0°E
VTV 2
VTV 3
The Thao
HTV 7
HTV 9
VTV 2
VTV 3
3413 V
sda
3433 V
sda
sda
3479 V
sda
9766
sda
14800
sda
sda
4799
sda
Vinasat 1
(KU Band)
132.0°E
VTV 2
VTV 3
HTV 1 HD
HTV 7 HD
HTV 9 HD
11549 H
sda
11090 H
sda
sda
28500
sda
28125
sda
sda
ChinaSat 6B
115.5°E
CCTV HD
CCTV 1
4100 V
3840 H
27500
27500
Telkom 1
108.2°E
TV TL
3776 H
4285
Asiasat 3S
105.5°E
PTV Sport
BTV World
Feed
4106 V
3710 V
2894
11395
Asiasat 5
100.5°E
Feed
Insat 4B
93.5°E
DD HD
3725 H
27500
Thaicom 5
78.5°E
Thai TV 3
TV 5 Thailand
Modernine TV
3803 V
3906 V
3520 H
4551
6250
28125
(KU Band)
Thai TV 3
TV 5 Thailand
Modernine TV
12355 H
sda
12313 H
30000
sda
30000
Apstar 7 
76.5°E
TVM/MNBC One
4030 V
6312
Rossiya 2
4156 L
10050
       
       
       
*DVB-S Mpeg2(rec digital biasa) *DVB-S, Mpeg4/HD*DVB-S2, Mpeg4

Sabtu, 09 Juni 2012

TRANSISTOR

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.
Ada dua konfigurasi umum untuk transistor: NPN dan PNP sebagai
ditunjukkan pada Gambar 2. Perhatikan perbedaan simbol untuk NPN dan PNP
transistor. Titik panah emitor dari kearah luar untuk
NPN dan ke arah dalam untuk PNP transistor.
 
Fungsi Transistor
Karakteristik operasional utama transistor adalah bahwa tegangan kecil ditempatkan pada salah satu dari tiga “lead” dapat mengendalikan arus dalam jumlah besar yang mengalir melalui dua “lead” yang lain. Hal ini memungkinkan transistor untuk melakukan dua fungsi dasar:
+transistor dapat bertindak sebagai saklar elektronik, arus  balik ON dan OFF.
+transistor dapat memperkuat sinyal, membuatnya lebih besar di amplitudo.
Karena transistor mampu memperkuat sinyal, dikatakan menjadi komponen aktif. Perangkat seperti resistor, kapasitor, induktor dan dioda tidak dapat memperkuat dan karenanya dikenal sebagai komponen pasif.
Apapun jenis transistor, NPN atau PNP, dapat melakukan fungsi dasarnya dalam sebuah sirkuit elektronik. Perbedaan utama antara NPN dan transistor PNP di sirkuit adalah arah di mana elektron mengalir antara emitor dan kolektor.

Transistor Heat sink
Energi yang dihasilkan oleh mengalirnya arus antara pertemuan kolektor dan emitor dari transistor menyebabkan suhu naik. Panas ini harus dialirkan jauh dari transistor,  kenaikan suhu mungkin cukup tinggi dan dapat menimbulkan kerusakan di dalam PN junction transistor.
Power transistor menghasilkan banyak panas, dan karena itu biasanya dipasang pada sepotong aluminium dengan sirip, disebut heat sink.
“Heat sink”  menarik panas dari transistor, memungkinkan transistor untuk menangani daya lebih daripada jika tidak ada penyerap panas. Transistor dengan kekuatan sinyal rendah , biasanya tidak memerlukan ”heat sink”.
Beberapa transistor terbuat dari  logam, sehingga diperlukan lembaran mika yang digunakan untuk mencegah bagian dari transistor langsung bersentuhan dengan “heat sink”.


Kerusakan Transistor
Transistor dapat mengalami kerusakan karena beberapa sebab.  Transistor dapat memajukan dan menahan arus dan tegangan menurut nilai / ukurannya seperti yang dilakukan diode. Melebihi ukuran / nilai dapat merusak transistor. Sebuah transistor rusak mungkin karena hubung singkat dari BASIS ke COLECTOR atau dari BASIS ke EMITTER. Kadang transistor yang rusak agak parah menyebabkan hubungan singkat disemua kaki terminalnya. Sebuah sirkuit yang “hubung singkat” memumgkinkan arus mengalir yang besar, yang menyebabkan panas yang berlebihan pada transistor, sehingga menimbulkan kerusakan.Atau dapat juga terjadi rangkaian terbuka antara terminal BASIS ke COLLECTOR atau BASIS ke EMITTER.
Langkah pertama dalam mengidentifikasi sebuah transistor yang rusak adalah dengan tanda panas yang berlebihan. Sebuah transistor  yang rusak dapat terlihat terbakar atau meleleh.Ketika peralatan dimatikan, dapat disentuh apakah suhu transistor berada pada suhu panas yang berlebihan. Keadaan suhu panas harus sesuai dengan ukuran penyerap panas transistor itu. Jika transistor tidak memiliki penyerap panas, dan kondisinya sangat panas, dapat diperkirakan kalau transistor itu bermasalah. “JANGAN MENYENTUH TRANSISTOR APABILA ITU BAGIAN DARI SIRKUIT DENGAN TEGANGAN YANG BESAR”. Selalu mematikan (switch-off) peralatan sebelum menyentuh komponen apapun.
Penggantian Transistor
Karena alasan tertentu, dan kita tidak dapat mengganti transistor dengan tipe yang sama, cari persamaan tipe dari transistor itu dengan panduan penggantian transistor. Dan coba identifikasi dengan tipe yang mendekati.Hati-hati kadang tipe penggantinya memiliki nilai yang berbeda, kadang dua bagian nilai yang berbeda.
Parameter yang penting adalah :
+ Tegangan
+ Ampere
+ Watt
Bagian pengganti harus memiliki tegangan, ampere, dan rating watt yang sama atau lebih tinggi daripada yang asli. Yang terbaik adalah menggantinya dengan tipe yang sama.
Spesifikasi Transistor
Dioda mempunyai kode nomer 1N, untuk contoh 1N4148, 1N4007, 1N5408 dan lain-lain. Transistormempunyai kode nomer 2N, sebagai contoh 2N3904, 2N3906 dan lain-lain.
Digit pertama menandakan jumlah sambungan.Tetapi Transistor-transistor keluaran jepang mempunyai tipe nomer yang berbeda. Berikutnya kode-kode yang umum dipergunakan,
Kode nomer transistor Jepang
Kode nomer Eropa
Tipe
Contoh yang umum
2SA
A
PNP, High
frequency
2SA733=A733
2SB
B
PNP, Low
frequency
2SB861=B861
2SC
C
NPN, High
frequency
2SC5048=C5048
2SD
D
NPN, Low
frequency
2SD2125=D2125
2SJ
J
P-Channel FET
2SJ306=J306
2SK
K
N-Channel FET
2SK792=K792
S digunakan untuk menunjukkan semikonduktor. Jika kita menemukan transistor dengan tipe nomer C945, kita segera akan mengetahui bahwa itu adalahNPN transistor.
 
Poin yang harus diingat ketika menggantikan transistor dengan pengganti:
->  Polaritas dari transistor yaitu apakah PNP atau NPN transistor
->  Pengganti harus memiliki tegangan hampir sama, arus dan rating watt.
->  Jenis Frekuensi, apakah transistor yang sedang diganti adalah frekuensi rendah atau tinggi
->  Setiap kali  menggantikan transistor, perhatikan apakah kolektor dan emitor disolder dalam posisi yang tepat.
->  Pada saat penyolderan pehatikan agar sampai jangan terlalu panas, karena dapat  merusak transistor tersebut.
->  Transistor yang digunakan untuk rangkaian output harus memiliki penyerap panas yang tepat. Jika kurang tepat, panas yang ada pada saat proses kerja tidak terserap.
->  Setiap kali mengganti output horisontal, switching, output transistor harus diingat  bahwa lembaran mika yang digunakan  seharusnya tidak rusak.
->  Setiap kali mengganti output transistor baut tidak boleh terlalu ketat
atau terlalu longgar.
->  Horizontal output transistor, dengan  dioda terpadu harus diganti
dengan jenis yang sama dari transistor.
Testing transistor dan mengidentifikasi terminal kakinya
Sebuah transistor dapat di cek di luar rangkaian dengan beberapa cara yang berbeda, dengan transistor tester atau dengan multiteste analog. Gunakan skala Ohm untuk mendeteksi kebocoran, hubungan terputus atau hubung singkat. Tidak disarankan mengetes dengan tester digital, karena sering ditemukan pada saat di tes di digital tester kondisi transistor baik, tetapi rusak pada saat dites di analog multimeter.
Memeriksa transistor dengan sebuah multimeter analog

Multimeter analog dapat digunakan untuk melakukan tes dasar pada transistor; diagram pada Gambar di bawah ini akan membantu Anda untuk mengidentifikasi basis, kolektor dan emitor lead untuk transistor yang umum digunakan. Kita harus mengacu pada data buku panduan transistor jika kita ragu tentang koneksi dari transistor. Namun, jika Anda akan menggunakan transistor dari jenis yang tidak diketahui, yaitu NPN atau PNP, pengujian sederhana berikut akan memberikan jawabannya. Ini juga akan memungkinkan Anda untuk memeriksa transistor jika bocor, membuka atau korsleting.
 

Diagram pada Gambar 10 mengasumsikan Anda menguji jenis tidak diketahuitransistor. Set meter Anda untuk Rx1Ω yaitu ohm jajaran terendah. Dari enam kombinasi hasil tes Anda akan tahu transistor adalah dari jenis yang mana.
1. Hubungkan multimeter probe hitam ke salah satu kaki transistor, dan hubungkan probe  merah ke salah satu kaki lain.
2. Jika dua bacaan rendah ditemukan untuk satu koneksi dari probe hitam
(Uji no 1 & 2), sedangkan masing-masing posisi dua lainnya memberikan dua tinggipembacaan (uji ada 3, 4, 5 & 6), maka dapat disimpulkan transistor tipe NPN.
3. Pin dimana probe hitam terhubung memperlihatkan pembacaan meter yang rendah ketika probe merah terhubung ke kedua pin yang lain dan diperlihatkan pembacaan meter yang tinggi maka itu adalah  BASIS. Pada kasus di atas pin 1 adalah BASIS.

Tes probe musti dibalik untuk melakukan pengecekan transistor tipe PNP, seperti yang terlihat pada gambar.

  1. Hubungkan probe merah multimeter ke salah satu kaki transistor dan hubungkan probe hitam ke salah satu kaki yang lainnya.
  2. Seandainya pada probe merah ini didapati pembacaan yang rendah (test no 1 & 2), maka lainnya akan didapati pembacaan meter yang tinggi (tes no 3,4,5 dan 6), maka dapat disimpulkan transistor tersebut bertipe-PNP.
  3. Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100.
    Misalkan kaki transistor kita namakan A, B, dan C.
    Bila probe merah / hitam -> kaki A dan probe lainnya -> 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS.
Sekarang kita mesti menentukan mana pin EMITTER dan mana yang COLLECTOR. Misalkan kita mengecek transistor tipe NPN, dan kita sudah mengetahui kalau pin 1 adalah BASIS, dan sekarang kita mesti menentukan mana pin COLLECTOR (pin 2 atau pin 3).
Pertama, set multimeter pada ukuran x10 Kohm. Hubungkan probe test seperti yang terlihat pada gambar.
  1. Perhatikan pembacaan pada saat tahanan / resistansi besar (∞) dan lihat dimana probe hitam diletakkan.
  2. Pada gambar probe hitam terhubung ke pin 2 dan pin ini adalah COLLECTOR dan pin 3 adalah EMITTER.
  3. Beberapa transistor akan menunjukkan dua bacaan ohm tinggi dan apabila itu  terjadi  gunakan jari dan sentuh pada BASIS (pin 1) dan pin tengah sambil probe berada pada pin 2 dan pin 3. Sambil jari kita mnyentuh BASIS dan pin tengah  transistor, jarum akan menunjukkan beberapa resistansi, lalu lihat probe, seandainya probe hitam berada di pin 2 maka pin 2 adalah collector. Seandainya  pin 2 COLLECTOR, pin 3 pasti EMITTER.
KESIMPULAN :

   Transistor PNP
 
Transistor NPN
 
Transistor NPN dengan dumper
 
 

Rabu, 06 Juni 2012

4 Wanita Cantik di Dunia Yang Dulunya Adalah Pria

Menjadi seorang transeksual seringkali menjadi cemoohan dan terpinggirkan. Tetapi, tidak bagi empat pesohor di dunia hiburan berikut ini. Mereka mampu menjadi orang sukses meskipun berstatus transeksual dan hal itu tidak menghalanginya dalam berkarya.
 Empat wanita ini dulu terlahir sebagai pria. Siapa saja mereka?

1. April Ashley 

 April Ashley

Lahir pada 25 April 1935, Ashley pernah menjadi model dan pelayan restoran. Ia adalah orang Inggris pertama yang terbuka pada publik sebagai seorang transeksual, pengakuannya dipublikasikan dalam Sunday People pada 1961.

Ia juga diketahui sebagai orang Inggris pertama dan kesembilan di dunia yang melakukan operasi ganti kelamin. Ashley lahir dengan nama asli George Jamieson di Smithdown Road Hospital, Liverpool, Inggris dan memiliki lima saudara. Latar keluarganya cukup religius, ayahnya beragama Katolik Roma dan ibunya seorang Protestan.

Pada usia 14 tahun ia bergabung dengan Angkatan Laut dan ketika usianya memasuki 15 karakteristik seksualnya tidak berkembang. Ia berusaha bunuh diri setelah pulang dari Angkatan Laut dan dikirim ke pusat pengobatan mental di Ormskirk untuk pengobatan sengatan listrik.

Merasa kehidupannya di Inggris kurang memadai, Ashley pindah ke Paris pada 1950an dan mengganti namanya menjadi Drag Queen. Ia bergabung sebagai pemain dalam pertunjukkan kabaret di Carousel Theatre bersama dengan artis terkenal asal Prancis, Coccinelle.

Ashley menjalani operasi ganti kelamin di Casablanca, Maroko. Operasi tersebut dilakukan pada 12 Mei 1960 oleh dokter Georges Burou. Proses operasi sendiri memakan waktu tujuh jam dan berhasil. Ia pun kembali ke Inggris dan dengan bermodal wajah cantik Ashley menjadi model terkenal. Wajahnya terpampang di media bergengsi seperti Vogue. Ashley bahkan mendapat peran di film The Road to Hong Kong, yang dibintangi aktor ternama Bing Crosby dan Bob Hope.

Sebagai seorang transseksual ia hidup normal dan menikah dengan Arthur Corbett pada 1963 tetapi pernikahan tersebut kandas pada 1970. Lalu pada tahun 1980an, Ashley menikah dengan Jeffery West. Baru pada 2005 April Ashley mendapatkan pengakuan secara legal sebagai seorang wanita yang ditandai dengan dikeluarkannya akta kelahiran baru setelah adanya Gender Recognition Act 2004.

2. Dana International

Dana International

Memiliki nama asli Sharon Cohen, tetapi secara profesional ia dikenal dengan nama Dana International. Lahir di Yaron Cohen pada 1972, Dana merupakan artis pop asal Israel yang sangat terkenal.

Cohen adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Meskipun secara biologis ia lahir sebagai pria, Cohen diidentifikasi sebagai wanita dari usia yang sangat muda, yaitu 13 tahun. Ia bercita-cita menjadi penyanyi sejak berusia delapan tahun setelah melihat penyanyi legendaris Israel, Ofra Haza membawakan lagu 'Chai' di Eurovision Song Contest 1983. Meskipun keluarganya miskin, ibu Cohen bekerja untuk membiayai Cohen belajar musik.

Namanya melambung setelah membawakan lagu berjudul 'Diva' serta memenangkan Eurovision Song Contest pada 1998. Ia disebut-sebut sebagai selebriti transseksual yang paling terkenal di dunia. Karirnya dimulai pada 1992, sejak saat itu ia telah menghasilkan delapan album dan tiga album tambahan. Saat ini, ia menjadi salah seorang juri acara pencarian penyanyi berbakat Israel, Kokhav Nolad.

3. Harisu 

Harisu

Harisu adalah nama panggung dari Lee Kyung-eun, seorang transeksual yang menjadi penyanyi, model dan aktris terkenal asal Korea Selatan. Secara biologis, Harisu yang lahir pada 17 Februari 1975, adalah seorang pria. Ia teridentifikasi sebagai seorang wanita pada saat masih kecil dan menjalani oeprasi pergantian kelamin pada 1990an.

Harisu tercatat sebagai seorang seniman Korea pertama yang seorang transseksual. Pada 2002 ia secara hukum mengganti jenis kelaminnya menjadi seorang wanita. Perhatian publik pertama kali tertuju padanya ketika Harisu tampil dalam sebuah iklan. Iklan tersebut cukup sukses dan membuat kariernya dalam dunia hiburan makin menanjak. Ia pun mengembangkan kariernya dalam bidang musik dan akting.

Sampai saat ini Harisu memiliki lima album rekaman yang terdiri dari berbagai aliran musik seperti tekno dan R&B. Lagunya juga ada yang direkam dalam bahasa mandarin. Pada 2001, Harisu mendapatkan kesempatan untuk berakting dalam film Yellow Hair 2. Sejak saat itu ia pun kebanjiran tawaran untuk membintangi sejumlah film seperti Hi!Honey dan serial drama Korea seperti Colour Blossoms.

Kehidupan percintaannya pun berjalan normal. Pada 19 Mei, 2007, Harisu menikah dengan Micky Jung. Mereka sebelumnya sudah berpacaran selama dua tahun. 

4. Nong Tum

Nong Tum

Lahir sebagai bayi laki-laki pada 9 Juni 1981, Parinya Kiatbusaba kini lebih populer dikenal sebagai Nong Tum. Ia merupakan 'kathoey' (pelaku transeksual dari pria menjadi wanita) paling terkenal di Thailand.

Uniknya, sebelum berubah menjadi wanita, Nong Tum adalah seorang petinju (Muay Thai atau tinju ala Thailand).

Sejak kecil sebenarnya, ia sebenarnya sudah menyadari ada berbeda dari dirinya. Namun, karena orangtuanya tidak mengetahui hal itu, Nong Tum didaftarkan ke sebuah kamp tinju. Dan ternyata, meskipun pembawaannya lebih feminin dibandingkan petinju lainnya, Nong Tum tergolong sebagai petinju berbakat.

Ia pun akhirnya mengikuti sejumlah pertandingan. Walau awalnya uang kemenangan ingin ia gunakan untuk operasi ganti kelamin, tetapi ternyata Nong Tum mencintai olahraga tinju.

Kehidupan publiknya dimulai pada Februari 1998, setelah memenangkan pertandingan di Bangkok Lumpini Boxing Stadium, pusat dunia Muay Thai. Media Thailand mulai menyadari ada satu atlet yang feminin, dan gemar mencium serta memeluk lawan mainnya yang lebih kekar.

Setelah itu, Nong Tum makin terkenal, karena sering muncul di majalah dan televisi.

Ia pun akhirnya menjalani operasi pergantian kelamin pada 1999, sesaat setelah berhenti menjadi petinju. Selepas itu, Nong Tum beralih profesi sebagai penyanyi.

Kisahnya cukup terkenal, dan diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Beautiful Boxer' pada 2003. Film ini menuai banyak pujian dan memenangkan sejumlah penghargaan. Kehidupan Nong Tum sebagai transeksual juga merupakan bagian dari buku 'Ladyboys: The Secret World of Thailand's Third Gender'.

Pada Februari 2006, Nong Tum membuat comeback sebagai petinju wanita. Ia beberapa kali memenangkan pertandingan. Hingga akhirnya pada 2010, Nong Tum membuka kamp tinju miliknya, dan menjadi pelatih tinju

Sabtu, 02 Juni 2012

Mengenal Istilah Pada Lensa Nikon

Sebelum anda membeli lensa nikon ada baik nya anda mengenal istilah pada lensa nikon agar tidak salah pilih dalam menentukan lensa yang dipakai dan sesuai dengan kebutuhan. Memang banya istilah pada lensa nikon seperti AF-S, AF-D, DX, G, VR, dan sebagainya. Maka tidak ada salah nya jika kita mengenal istilah pada lensa Nikon DSLR.
Lensa Nikon mempunyai banyak pilihan dan cenderung lensa ini lebih mahal dan mempunyai kualitas. Kenapa jadi Lensa orisinil Nikon Merupakan pillihan terbaik ?. Karena lensa nikon di produksi dengan menggunakan bahan dan optik berkualitas dan juga banyak pilihan lensa yang tersedia.
Dengan semakin berkembangnya teknologi lensa, kini istilah yng biasa dipakai pada lensa Nikon semakin banyak dan terkadang membingungkan, jadi tidak ada salah nya kita mengenal Istilah pada lensa Nikon DSLR.
Berikut adalah sebagian Istilah pada lensa Nikon :
  • SIC >>> Super Integrated Coating, lapisan khusus untuk menghilangkan flare saat lensa terkena cahaya matahari.
  • N >>> Nano crystal coat, lapisan lensa yang juga dipakai untuk mengurangi flare dan ghosting.
  • Asph >>> Aspherical lens, lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna.
  • D >>> Distance information, untuk memberikan informasi tentang jarak objek ke kamera sehingga membantu kerja sistem Matrix metering dan iTTL flash.
  • DC >>> Defocus Control, untuk mengubah-ubah variasi bokeh sehingga foto portrait dapat memiliki background yang blurnya sesuai.
  • Micro >>> Istilah untuk lensa khusus makro.
Selanjutnya kita belajar membaca arti dari Spesifikasi singkat dari lensa Nikon DSLR, Sebagai Contoh kita ambil sample yaitu istilah dari :
Nikkor AF-S DX 18-200mm 1:3.5-5.6G VR IF ED

dan bisa diartikan :
  • Nikkor >>> Nama untuk lensa buatan Nikon.
  • AF-S >>> Lensa Nikon yang memiliki motor ‘SWM’ sehingga proses auto fokus dilakukan di lensa, bukan pada bodi kamera. Lensa AF-S diyakini lebih cepat dan akurat dalam urusan auto fokus dibanding lensa AF lainnya.
  • DX >>> Lensa Nikon khusus untuk DSLR Nikon berformat DX (memiliki sensor APS-C). Lensa ini memiliki lingkar gambar lebih kecil dari lensa Nikon lain, sehingga memiliki ukuran yang juga lebih kecil. Apabila lensa ini dipasang pada DSLR Nikon berformat FX seperti Nikon D3, maka akan terjadi vignetting.
  • G >>> Menyatakan ketiadaan aperture ring pada lensa. Pemilihan nilai aperture hanya bisa dilakukan melalui dial kamera (kamera SLR Nikon lama tidak kompatibel dengan lensa G ini).
  •  VR >>> Vibration Reduction, yang berarti teknologi stabilizer pada lensa untuk meminimalisir getaran tangan saat memotret pada kecepatan rendah. Dengan memakai lensa VR kemungkinan gambar blur dapat dihindari karena elemen VR akan mengkompensasi getaran, kemampuannya hingga 3-4 stop.
  • IF >>> Internal Focusing, proses auto fokus terjadi didalam lensa sehingga tidak ada bagian luar lensa yang berputar saat lensa mencari fokus. Ini memungkinkan penambahan filter tertentu pada bagian depan lensa.
  • ED >>> Extra low Dispersion, elemen lensa khusus yang ditujukan meningkatkan kontras dan ketajaman dengan meniadakan penyimpangan warna saat cahaya memasuki bagian lensa / chromatic aberration.
Jadi, lensa tadi memiliki arti lensa Nikon berformat DX yang memiliki motor fokus pada lensa, memiliki jangkauan zoom terdekat di 18mm, terjauh di 200mm dengan diafragma maksimal pada saat wide di f/3.5, terjauh di f/5.6, memiliki teknologi stabilizer VR, tidak memiliki aperture ring, dilengkapi elemen lensa ED dan sistem mekanisme auto fokusnya secara internal. Karena lensa DX dirancang untuk dipasang di kamera Nikon DSLR bersensor APS-C, maka akan terkena crop factor 1,5x sehingga jangkauan efektifnya setara dengan 27-300mm.
Sekarang anda sudah bisa menentukan lensa Nikon mana yang bisa anda pakai dan sesuai dengan kebutuhan,,,,sukses buat anda.

Info seputar lensa pada kamera digital

Bagian paling utama dari sebuah sistem pada kamera adalah lensa. Kualitas hasil foto yang dibuat oleh kamera terlebih dahulu ditentukan oleh faktor lensa yang baik, barulah selebihnya diolah oleh sensor dan sistem prosesor gambar pada kamera. Sayangnya saat seseorang menilai baik tidaknya sebuah kamera, faktor lensa justru jadi unsur yang sering terlewatkan, seakan-akan tiap lensa pada kamera adalah sama saja. Seseorang akan lebih cenderung mengejar resolusi yang tinggi, kemampuan ISO tinggi dan sebagainya daripada mencari tahu seberapa baik lensa yang terdapat pada sebuah kamera. Tidak salah memang, karena resolusi adalah faktor yang bisa mengangkat gengsi sebuah kamera, dan jadi hal pertama yang selalu ditanya oleh setiap orang yang melihat kamera kita. Namun setidaknya, dengan mengenal bagaimana lensa yang baik dan apa saja keterbatasnnya, kita bisa lebih mengerti kemampuan dari kamera yang kita miliki.
Sebagai permulaan, baiklah kita mendata terlebih dahulu istilah-istilah yang sering digunakan saat membahas soal lensa pada kamera, supaya memiliki kesamaan persepsi soal istilah ini.
  • Panjang fokal (focal length) : Menentukan bidang gambar yang dapat diambil oleh kamera. Untuk mengambil bidang gambar yang luas dan lebar, lensa yang digunakan adalah lensa wide (dibawah 35mm). Untuk mendapat perspektif gambar normal digunakan lensa normal (sekitar 50mm) dan untuk keperluan mengambil gambar yang jauh diperlukan lensa tele (diatas 100mm). Bila lensa hanya memiliki satu jarak fokal saja disebut lensa fix (tetap), sementara bila lensa dapat berubah dari wide hingga tele disebut lensa zoom. Kemampuan zoom lensa diukur dengan membandingkan tele maksimum terhadap wide maksimum, contoh bila lensa zoom dengan spesifikasi panjang fokal wide 28mm dan tele 280mm, maka disebut dengan lensa zoom 10x (atau 280 dibagi 28).
  • Kecepatan lensa (lens speed) : Tiap lensa memiliki diafragma yang bertugas mengatur banyaknya cahaya yang bisa melewati lensa. Diafragma bisa membesar dan mengecil sesuai nilai aperture yang ditentukan, dinyatakan dengan nilai f. Untuk memudahkan, ingatlah bahwa bukaan besar memiliki nilai f kecil, dan sebaliknya (bukaan kecil punya nilai f besar). Jadi f/3.5 adalah lebih besar dari f/8. Semakin besar bukaan lensa, semakin banyak cahaya yang bisa dimasukkan melalui lensa, dan memungkinkan pemakaian shutter pada kamera yang semakin cepat. Tiap lensa memiliki bukaan maksimum yang berbeda-beda, bisa amat besar (f/1.4) hingga yang lebih kecil (f/4). Oleh karena itu lensa yang memiliki bukaan besar disebut lensa cepat (bisa memakai shutter cepat) dan lensa yang bukaan labih kecil disebut lensa lambat, karena umumnya sering memaksa kamera memakai shutter yang lebih lambat.
  • Ketajaman lensa (sharpness) : Menjadi faktor penentu dari hasil foto yang baik, biasanya tidak ada ukuran pasti soal ketajaman, namun dengan melihat hasil uji dari review kamera/lensa terhadap test chart, bisa diketahui ketajaman sebuah lensa. Lensa yang baik idealnya haruslah memberi ketajaman yang seragam pada seluruh bidang gambar, baik di tengah ataupun di tepi/sudut. Demikian pula ketajaman pada lensa zoom, idealnya harus tetap tajam baik pada saat wide atapun saat tele maksimum.
  • Distorsi lensa (lensa distortion) : Adalah suatu fenomena penyimpangan optik yang tidak bisa dihindari karena lensa akan cenderung membengkokkan bidang gambar yang lurus, utamanya saat posisi wide atau tele. Distorsi saat wide biasa disebut barrel distortion (garis lurus menjadi melengkung keluar) dan disaat tele disebut pincushion (garis lurus menjadi melengkung ke dalam). Namun lensa masa kini telah dilengkapi dengan elemen lensa khusus untuk mengurangi cacat lensa yang mungkin terjadi.
  • Istilah lain yang biasa dipakai dalam menilai lensa adalah vignetting, purple fringing, lens flare, dan bokeh. Namun pada kesempatan ini saya tidak akan membahas istilah-istilah ini lebih jauh mengingat keterbatasan waktu.
Sebelum membeli sebuah kamera, semestinya seseorang mengenali terlebih dahulu kebutuhan fotografinya sehingga nantinya mendapat kamera yang lensanya sesuai dengan yang dia butuhkan. Berikut adalah beberapa skenario yang biasa terjadi dalam dunia nyata :
  • Untuk keperluan sehari-hari, memotret dokumentasi sederhana, foto keluarga : lensa zoom 3x, dengan panjang fokal 35mm hingga 105mm. Inilah panjang fokal lensa yang paling banyak dijumpai pada kamera saku di pasaran. Wide hingga tele dari lensa semacam ini dianggap sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan fotografi biasa sehari-hari.
  • Untuk pemandangan dan arsitektur : lensa wide (fix atau zoom). Contohnya, kamera saku Sigma DP memiliki lensa wide yang fix, sementara kamera lain yang lensanya wide umumnya bisa di zoom hingga 10x optik. Misalnya, Lumix TZ4 memiliki panjang fokal dari 28mm hingga 280mm. Di pasaran kini mulai banyak kamera dengan lensa wide, meski tidak selalu sama panjang fokalnya. Umumnya adalah di 28mm, meski ada pula yang 30mm atau bahkan 24mm.
  • Untuk kebutuhan foto jarak jauh, pecinta burung, dan yang suka memotret diam-diam dari jauh : lensa tele yang umumnya dijumpai di kamera prosumer / super zoom. Biasanya kamera dengan lensa panjang memiliki tele maksimum diatas 300mm, bahkan ada yang diatas 500mm. Bila anda jumpai kamera dengan zoom optik 10x, 12x, 15x bahkan hingga 20x zoom, itulah contoh kamera yang punya kemampuan lensa tele.
  • Untuk kebutuhan shutter speed tinggi, atau pemakaian di tempat kurang cahaya : lensa cepat dengan bukaan diafrgama maksimal diatas f/2.8. Atau lensa zoom yang memiliki bukaan diafragma maksimal konstan (seperti pada lensa Lumix FZ20). Perlu diingat bahwa lensa cepat semacam ini cukup jarang dijumpai, karena desainnya yang sulit dan biaya produksinya yang tinggi. Sebaliknya, kini banyak dijumpai kamera baru dengan lensa lambat dengan bukaan diafragma dimulai dari f/3.5 yang cukup mengecewakan.
Setelah seorang calon pembeli kamera memahami kebutuhan fotografinya dan memilih lensa (kamera) yang disukainya, barulah dia dapat bereksplorasi lebih jauh akan lensa (kamera) yang dimilikinya itu. Dalam pelaksanaannya, bisa jadi akan ada kekaguman atau bahkan mungkin kekecewaan akan kinerja optik dari lensanya. Namun jangan dahulu anda merasa menyesal bila hasil fotonya ternyata tidak memuaskan, bisa jadi anda terlalu memaksakan lensa kamera anda melebihi batas kemampuannya. Setidaknya, kenali dahulu beberapa fakta soal lensa berikut ini :
  • Lensa memiliki banyak elemen di dalamnya. Semakin banyak elemen, jalur lintasan cahaya akan makin rumit dan cenderung menurunkan kualitas dan ketajaman lensa. Maka itu tidak ada dalam sejarah lensa zoom bisa menyamai ketajaman lensa fix, karena banyaknya elemen yang dimiliki sebuah lensa zoom.
  • Lensa wide akan selalu mengalami penyimpangan/distorsi. Untuk itu jangan paksakan memakai lensa wide untuk memotret wajah orang, karena nanti akan tampak bulat dan gendut. Juga hindari memakai lensa wide untuk memotret garis yang lurus.
  • Ketajaman lensa tidak selalu sama. Ketajaman lensa akan berkurang saat diafragma dibuka maksimal atau dikecilkan minimal (efek difraksi lensa). Lensa zoom pun akan mengalami penurunan ketajaman saat dipakai di posisi tele. Untuk mendapat ketajaman terbaik, gunakan panjang fokal wide hingga normal, dan gunakan nilai diafragma tengah-tengah (sweet spot) sekitar f/5.6 hingga f/8.
  • Bagian tengah lensa selalu lebih tajam dari bagian tepi / sudut. Lensa yang baik memiliki ketajaman yang masih lumayan baik di sudutnya, dan lensa yang buruk akan mengalami penurunan ketajaman yang parah di bagian sudutnya, istilahnya corner blurriness. Namun mengingat sebagian besar objek foto berada di bagian tengah, maka (untungnya) jarang ada orang yang mengamati detil pada sudut dari sebuah foto.
  • Bukaan diafragma maksimal pada lensa zoom bisa berubah. Demi menghindari desain lensa yang rumit, lensa zoom memiliki kekhasan tersendiri dengan bukaan diafragma maksimal yang berbeda pada panjang fokal yang berbeda. Perhatikan tulisan pada lensa, contohnya lensa 35-105mm f/2.8-4.5 artinya “pada posisi wide 35mm, bukaan maksimalnya adalah f/2.8, sementara pada posisi tele maksimum 105mm, bukaan maksimalnya turun hingga f/4.5
  • Lensa super zoom banyak mengalami kompromi. Awalnya tidak ada lensa yang memiliki rentang fokal ekstrim, yang bisa mengakomodir kebutuhan wide 26mm hingga tele 520mm dalam sebuah lensa. Namun kebutuhan pasar dan persaingan antar merk akhirnya menjadikan produsen terpaksa membuat lensa yang serba-bisa (sapujagad) seperti Olympus SP 570 dengan 20x zoom. Lensa semacam ini banyak menembus batas-batas teori fisika optik, dengan mengorbankan kualitas dan ketajaman, demi memenuhi ambisi mendapat predikat all-in-one lens. Menurut saya, lensa super zoom 10 hingga 12 x sudah cukup berimbang antara kemampuan tele dan kualitas, sementara lensa 15x, 18x dan 20x tampaknya terlalu memaksakan diri dan hanya untuk mereka yang berambisi memiliki lensa amat panjang.
Terakhir, ijinkan saya memberi sedikit masukan bagaimana kiat memilih kamera saku berdasarkan kualitas lensanya. Setidaknya, bagi anda yang selama ini berniat membeli kamera saku, dapat memiliki gambaran bagaimana cara menilai lensa pada kamera.
  • Jangan ambisius. Tidak ada yang salah dengan kamera berlensa zoom 3x, meski akan lebih menyenangkan bila memiliki kamera yang lensanya bisa zoom hingga 6x atau bahkan lebih. Kembali ke kebutuhan anda sajalah, dengan menyadari prinsip semakin panjang zoomnya, semakin rumit elemen lensanya, semakin besar kemungkinan penurunan ketajamannya. Bila ingin membeli kamera yang zoomnya di atas 10x, pastikan anda telah membaca reviewnya, melihat sampel fotonya dan merasa puas dengan ketajaman lensanya.
  • Lebih wide lebih baik. Ini mungkin agak subjektif, tapi percayalah, akan lebih menyenangkan memiliki lensa wide daripada lensa tele. Dalam beberapa hal, anda bisa berusaha ekstra untuk mendapat hasil foto seperti lensa tele (seperti mendekat ke objek atau melakukan cropping), namun untuk mendapat hasil foto yang terkesan luas (dan dramatis) hanya bisa dilakukan memakai lensa wide. Carilah kamera yang lensanya dimulai dari wide 28mm dan setidaknya telenya berakhir di 85mm.
  • Lebih cepat lebih baik. Simpel saja, hindari lensa yang bukaan maksimalnya lebih kecil dari f/2.8. Saat kamera anda memiliki lensa lambat, anda akan sering menaikkan ISO dan akan berakibat banyak noise pada foto. Untuk itu perhatikan tulisan pada lensa, yang menyatakan berapa bukaan maksimumnya. Misalnya, lensa yang tergolong cepat adalah seperti ini : f/2.7-3.5 (pada Canon S5 IS). Sayangnya banyak produsen kamera yang tidak gentle dengan tidak menuliskan spesifikasi diaframa maksimum pada lensanya, seperti Kodak, Pentax dan Samsung. Jadi bila anda ditawari kamera berlensa f/3.5-5.6, anda boleh saja berkata : tidak.
  • Banyak bonus lebih baik. Beberapa lensa diberi bonus elemen khusus seperti stabilizer optik, lensa Asperical dan lensa Low Dispersion. Bonus ini bisa mengurangi distorsi, mencegah purple fringing dan menjaga kontras serta ketajaman. Sayangnya lensa dengan bonus elemen Low Dispersion ini agak jarang (pada sebagian jajaran kamera Nikon Coolpix, lensa yang ditandai dengan kode ED menandakan adanya bonus elemen low dispersion).

Jumat, 01 Juni 2012

Memaksa IDM Versi Berapapun untuk FULL VERSION

i-d-m
Cara ini bisa dilakukan dengan Internet Download Manager (IDM) versi berapapun tanpa terkecuali, soalnya saya mencoba dan memang bisa. Nah tinggal anda sendiri untuk mencobanya.
1. Download IDM versi berapapun ( dianjurkan yg terbaru : disini ).
2. Matikan koneksi Internet anda.
3. Install IDM yang sudah anda download tadi, setelah selesai IDM meminta anda untuk Reboot/Restart. OK saja.
4. Setelah anda Restart komputer, buka IDM anda dan pilih Registration. *Koneksi internet harus dalam keadaan mati.*
5. Masukkan Nama Depan, Nama Belakang, Email anda secara acak atau terserah anda. Kemudian masukkan Serial Number berikut (pilih salah satu)
W3J5U-8U66N-D0B9M-54SLM
EC0Q6-QN7UH-5S3JB-YZMEK
GZLJY-X50S3-0S20D-NFRF9
6. Sekarang IDM memberi tahu katanya serial numbernya invalid, biarin saja.
7. Sekarang kita MEMAKSA IDM untuk FULL VERSION.
8. Buka file HOST yang berada di C:\WINDOWS\system32\drivers\etc dengan menggunakan NOTEPAD. Kalau tidak ada berarti file tersebut ke-hidden. Untuk menampilkannya caranya : Klik Tools > Folder Options > Pilih tab View > cari Hidden Files and Folders > klik Show Hidden Files and Folders > Apply > Ok.
9. Setelah terbuka dengan NOTEPAD maka akan terlihat di barisan bawah ada tulisan
127.0.0.1 localhost
10. Tambahkan tulisan berikut dibawah 127.0.0.1 localhost yang tadi.
127.0.0.1 tonec.com
127.0.0.1 www.tonec.com
127.0.0.1 registeridm.com
127.0.0.1 www.registeridm.com
127.0.0.1 secure.registeridm.com
127.0.0.1 secure.internetdownloadmanager.com
127.0.0.1 mirror.internetdownloadmanager.com
127.0.0.1 mirror2.internetdownloadmanager.com
Fungsi dari tulisan di atas adalah untuk mengarahkan semua website di atas contohnya secure.registeridm.com ke localhost alias ke komputer kita sendiri.
11. Setelah selesai, tinggal anda Save atau Ctrl + S saja.
12. Buka IDM anda dan sambungkan komputer anda ke koneksi internet. Silahkan anda chek Versi dari IDM anda.
Jangan lupa kembalikan setingan Folder Hidden seperti semula. Lakukan langkah ini saat komputer anda tidak terkoneksi ke internet.
Semoga bermanfaat yah…
Kalau ada cara yang lebih cepat silahkan di post di komentar yah…
Dari berbagai komentar dan message lewat Facebook dan YM! ada yang masih bingung meng-edit file HOST, terutama untuk Windows Vista dan Windows 7
Berikut caranya :
CARA EDIT FILE HOST DI VISTA DAN WINDOWS 7
Cara 1 :
1. Copy file HOST ke drive lain, selain drive C
2. Edit dengan NOTEPAD kemudian SAVE
3. Copy paste file tersebut ke tempat asal folder file HOST
Cara 2 :
1. Klik pada tombol Start
2. Klik kanan pada ‘Notepad’
3. Klik “Run As Administrator”
4. Klik “Lanjutkan” pada prompt
5. Arahkan ke C: \ Windows \ System32 \ drivers \ etc \ dengan menggunakan Notepad’s pilihan lokasi ‘Buka’.
6. Pilih ’semua file’, lalu pilih file ‘host’ tersebut. Lakukan perubahan yang diperlukan dan simpan!
Pilih saja caranya, mau cara 1 atau 2 silahkan, jika masih kurang jelas silahkan kesini dengan petunjuk bergambar.